Cerita.

Dengan langkah gontaiku
Aku akan menceritakan sebuah kisah
Bersamaan dengan sebuah kotak yang menghampiri
Menggenapkan dirinya untuk disergapi sentuhan tangan tangan kasar ini

Sekarang, aku tak lagi sama sebagai orang dulu yang menyimpan sendu
Dalam jangkau rapat sebuah meter, bahkan ia tak terpantik
Merengkeh dengan mesem macam tersungkur
Kelamaan aku sepertinya kan mati sambil mendengkur

Dengan mimpi mimpi belantara sialan itu
Di kasat mata kaku, ia terkekeh, bersenandung lalu tersimpul mengerucutkan pandang
Menghindari tatapanku

Kaki kaki berjalan tanpa kendali diri
Mengisyaratkan mundur perlahan lantas menepi
Tuk istirahatkan hati
Nestapa ini. Sungguh! Tapi?

Kucoba tahan serangan dengan tubinya sekalian
Pelurunya kencang. Menerobos dada lalu mengoyak rasa
Susah payahku, terbangun percuma
Diluluhlantahkan kompleksitas mata

Bak sekte pengangum bintang
Mengerti bahwasannya ia tak terjangkau
Hanya dengan dilihat jarak silau
Kamu harus mensyukuri itu

Apalah diri
Hanya pembelot yang mundur lantas mati
Sudah sepantasnya memang begini

/salam dingin/

Komentar