Sekilas Tahun
Kali ini tak ada lagi puisi. Tak ada kata yang diselip bingung dengan makna, ataupun rima akhir puisiku yang selalu serupa. Siap-siap saja. Aku hanya ingin menuangkan semua yang terlintas di jalan 2017.
Setahun ini aku mendapatkan pengalaman yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Permasalahan yang kompleks datang bertubi-tubi dari berbagai sisi. Dari mulai jungkir balik pertemanan,perdebatan dalam keluarga sampai rebutan tahta jiwa.
Lebih spesifiknya, aku hanya akan membahas masalah pertemanan.
Semakin bertambahnya usia kita memikirkan begitu banyak hal. Merencanakannya,lantas berusaha merealisasikannya. Semua mimpi dan harap yang begitu kita damba,tentu tak akan datang dalam sekejap mata. Butuh usaha dan peluh untuk menariknya ke genggaman. Tanpa ada orang terkasih yang memotivasi diri,tentu semua takan terjadi. Pun support dari teman begitu diperlukan. Namun apa yang terjadi ketika orang yang kamu percaya lantas berkhianat dan memilih untuk menghujatmu dari belakang? Apa yang kira-kira akan kamu lakukan? Kembali menghujamnya? Atau berusaha memalsukan senyum seolah berkata tak apa,namun hati meraung karena terlalu sering bertopeng? Tentu setiap orang memiliki hak untuk menjawab berbeda perihal hal tersebut.
Namun aku hanya ingin memberi masukan saja.
Tak semua orang di dunia dapat kau berikan kebaikan. Tak semua dapat kau percaya. Terkadang dibutuhkan hal jahat seperti ketidak pedulian dan membuang beberapa orang untuk meraih sesuatu."
Lalu,saat yang berat itu datang. Aku memutuskan tuk menghempaskan semuanya.
Selama kau bisa melakukan sesuatu sendiri,lakukanlah. Tak perlu merepotkan orang lain. Karena cukup dengan dirimu. Sesuatu yang baik akan terjadi.
Mungkin itu saja.
Sekian dan salam dingin di malam 2017-
Setahun ini aku mendapatkan pengalaman yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Permasalahan yang kompleks datang bertubi-tubi dari berbagai sisi. Dari mulai jungkir balik pertemanan,perdebatan dalam keluarga sampai rebutan tahta jiwa.
Lebih spesifiknya, aku hanya akan membahas masalah pertemanan.
Semakin bertambahnya usia kita memikirkan begitu banyak hal. Merencanakannya,lantas berusaha merealisasikannya. Semua mimpi dan harap yang begitu kita damba,tentu tak akan datang dalam sekejap mata. Butuh usaha dan peluh untuk menariknya ke genggaman. Tanpa ada orang terkasih yang memotivasi diri,tentu semua takan terjadi. Pun support dari teman begitu diperlukan. Namun apa yang terjadi ketika orang yang kamu percaya lantas berkhianat dan memilih untuk menghujatmu dari belakang? Apa yang kira-kira akan kamu lakukan? Kembali menghujamnya? Atau berusaha memalsukan senyum seolah berkata tak apa,namun hati meraung karena terlalu sering bertopeng? Tentu setiap orang memiliki hak untuk menjawab berbeda perihal hal tersebut.
Namun aku hanya ingin memberi masukan saja.
Tak semua orang di dunia dapat kau berikan kebaikan. Tak semua dapat kau percaya. Terkadang dibutuhkan hal jahat seperti ketidak pedulian dan membuang beberapa orang untuk meraih sesuatu."
Lalu,saat yang berat itu datang. Aku memutuskan tuk menghempaskan semuanya.
Selama kau bisa melakukan sesuatu sendiri,lakukanlah. Tak perlu merepotkan orang lain. Karena cukup dengan dirimu. Sesuatu yang baik akan terjadi.
Mungkin itu saja.
Sekian dan salam dingin di malam 2017-
Komentar
Posting Komentar